Selasa, 14 Oktober 2014

3 Kalimat Sakti

It's been a while! Udah lama (pake banget, caps lock cetak miring garis bawah ditebelin) udah ndak nulis di blog. Sassoku, mari kita mulai lagiiii :D

Well, dari terakhir nulis bulan April, sampai sekarang udah bulan Oktober, pastinya ada BAAANYAKK banget pengalaman baru yang pengen gua share di mari, tapi pelan-pelan aja, ntar bakal di-share betapa serunya perjalanan setengah tahun ke belakang ini, dan cerita-cerita filler lainnya. Tapi sekarang ini, mau cerita tentang 3 kalimat sakti yang jadi referensi gua dalam menghadapi berbagai hal di keseharian. Well, pada dasarnya tetep harus ngikutin Al-Qur'an dan Sunnah Rasul, tapi 3 kalimat sakti ini seenggaknya jadi matome, atau rangkuman versi gua untuk Al-Qur'an dan Hadits yang buaanyak banget dan duaalem buaanget itu. Let's get started.

1. Push Yourself, Pass Your Limit

Dorong diri lu sendiri, lewati batas diri lu sendiri. Kadang yah, eh sering deng, sering gua ngerasa lelah dan ngerasa 'Euh, plis, gua ga mampu lebih dari ini, gua ga akan bisa jalan lebih dari ini, gua ga akan bisa lanjut lebih dari ini, gua mau berenti aja.' dan gua 'teriakkan'lah kalimat ini ke diri gua sendiri. 'No, no, no, lu belum boleh nyerah Den, masih bisa, masih bisa jalan, masih bisa lanjut, masih ada jalan, ndak boleh kalah sama batasan diri, maju terus, lewati batas yang lu ciptain sendiri itu', dan kata-kata ini sangat berguna waktu ndaki gunung Fuji kemarin, dimana itu pertama kali pengalaman naik gunung, plus langsung jadi ketua panitia (cerita lengkapnya menyusul yah).
Berkali-kali sempet berpikir untuk berenti aja karena capeknya minta ampun, beban pikiran mental dan fisik bergabung jadi satu, BUT, this one sentence give me the most power I could ever get.
(P.S. Now I always use this sentence as the closing of my broadcast session, instead of searching for new sentences like I did before :p)

2. Barangsiapa tidak tahan pahitnya belajar, maka dia harus menanggung hinanya kebodohan. (Imam Syafi'i)

Nah ini, sering (banget) kita malas untuk belajar, alasannya ya ndak mampulah, ndak bisalah, ndak capable lah, gua bodoh lah, ada beribu alasan yang bisa kita ungkapkan untuk menghindari 'belaajr'. Well, belajar itu ndak harus dari buku pelajaran, duduk di kelas mantengin dosen, belajar dari soal-soal ujian kakak kelas, ndak. Belajar itu bisa ikutan organisasi, nyoba-nyoba kerja di berbagai divisi, bahkan dari yang paling kecil, nonton video DotA di yutup juga bisa dikategorikan sebagai belajar (ini hanya pembelaan diri wkwk). Sejujurnya, seriiing banget nemuin temen-temen yang 'menolak' kesempatan belajar ini, yaa alasannya seperti yang udah disebutin di atas Well, bukan berarti mereka salah yah, mungkin juga mereka udah punya 'ladang pembelajaran' mereka sendiri, tapi buat mereka yang 'jarang belajar', wah, sayang banget dah masih muda kalo sering nolak-noak kesempatan belajar, karena nantinya akan syusyah kalo ndak punya pengalaman belajar banyak. Trust me.
Jadi, plis, jangan ragu-ragu untuk belajar, karena kata orang, bukan masalah berapa kali kita jatuh, tapi berapa kali kita bangkit dari kondisi jatuh kita :D

3. Ugh..... gua lupa apa kalimat ketiganya (wkwkwkwkwk) Bakal di-update begitu inget apa kalimat ketiganya :D

Well, kirakira begitulah. Yang penting sih emang soal sikap dan bagaimana kita menyikapi kehidupan, positively or negatively. Semuanya kita yang pegang kontrol :D Hope you enjoy your weekdays, until then ;D

Jumat, 25 April 2014

Mbah Kung

Sering dulu Deny diceritain sama Mama, kalo waktu Deny berangkat ke Jepang nemenin Papa sekolah, Mbah Kung sampe lari-lari ngejar pesawat saking gamau Deny pergi. Sampe Bude dan Tante nyegat Mbah buat ga ngejar pesawat yang makin menghilang ditelan malam. Mbah, masih inget ga yah?

Lalu waktu Deny masih SD, waktu masuk siang atau libur, kita main ke Taman Topi, naik sepeda layang, main bombomkar, jajan es cendol, masih inget Mbah? Jalan-jalan pagi ke taman kober, sekedar main bola, lalu pulangnya makan nasi ketan di warung pinggir jalan deket pasar Menteng Pulo, masih teringatkah, Mbah? Juga cerita-cerita Mbah tentang betapa hebatnya kemampuan renang Mbah meski udah tua, sering ngajak renang ke Kuningan, jajan es dan baso beres renang, pulang lewat jalan pintas, masih inget kah, Mbah?

Jelang Deny akhir SMA, mbah udah mulai pikun; pembicaraan 10 detik yang lalu pun lupa. Sering orang-orang dibuat kesal, karena udah hampir ga nyambung ngobrol sama Mbah. Selalu yang terulang-ulang adalah cerita tentang kejamnya orang tua Mbah, memperlakukan Mbah berbeda dengan saudara-saudara sekandung lainnya. Bahkan menginjak tahun kedua di IPB, Mbah udah gatau siapa Deny ini. Mbah makin kurus, makin sering meracau dan membicarakan hal yang sebenarnya tidak ada. Mbah juga makin kurus, sangat kontras dibanding dulu sebelum gejala pikun muncul. Ketika Deny berangkat ke Jepang pun, kali itu tidak ada orang yang mengejar pesawat yang Deny tumpangi, Mbah..

Lalu, Jum'at 25 April 2014, Allah memanggil Mbah untuk kembali. Sudah waktunya penantian Mbah berakhir. Seperti yang Mbah pernah bilang, bahwa Mbah sedang dalam masa PHK, Penantian Hari Kematian. Telah tibalah hari itu, Mbah. Semoga amal ibadah dan kebaikan Mbah selama Mbah hidup, bisa melapangkan kubur Mbah dan meringankan jalan ke surga-Nya kelak. Aamiin..



Sabtu, 12 April 2014

Indonesia (Masih) Belum Siap

Gegap gempita perpolitikan Indonesia sedang berlangsung. Kubu sana melancarkan jurus bongkar angka korupsi, kubu sini jurusnya mengungkit kebaikan diri, kubu sono mengerahkan armada media, macem-macem. Orang baik jadi terlihat baik, orang jahat dipermak jadi baik. Macem-macem.

Sedangkan di tempat lain, ada (salah satu) putra terbaik bangsa yang ide(brilian)nya di'kacang'in pemerintah yang lagi sibuk (mungkin) mark up angka-angka, yang lagi pada ambil cuti kampanye, atau sekedar pelesir dan tidur siang. Tapi mungkin, masih banyak lagi putra bangsa yang idenya di'kacang'in sebelum ini. Pasti ada.

Indonesia pernah dipimpin salah satu putra bangsa terbaik yang menurut saya pernah ada, tapi kebodohan bangsa Indonesia sendirilah yang menyebabkan Indonesia yang seharusnya bisa tertolong saat itu, kembali jatuh - kalau tidak ingin disebut terpuruk nan tersuruk.

Yak, (menurut saya) bangsa kita masih bodoh. Belum pantas orang pintar, berwibawa tinggi, solutif, grade A lah pokoknya, untuk memimpin Indonesia (kita). Kita belum siap. Kita masih menjadi bangsa yang memaki kebersihan kota di saat masih menjadi pembuang sampah sembarangan teladan. Memaki kemacetan kronis dan akut ketika masih menerobos lampu merah dan menggunakan trotoar ketika tidak sedang jalan kaki. Atau, bangga dengan hobi jam karet yang sudah terkenal ke senatero pelosok dunia.

Kapan Indonesia (kita) akan siap?

Kamis, 20 Februari 2014

Hakuo

Yah, hari ini yang ketiga, agak merasa bersalah sama mas waitress tadi bilangnya yang kedua padahal ketiga (maap masnya). Gile 9 jam berdiri (istirahat setengah jam kira-kira), mayan gempor juga. Tapi ndak papa, itung-itung pembelajaran menghargai nilai intrinsik dari perjuangan mendapatkan uang #apasihden.

Pulang-pulang, ternyata toko roti Hakuo udah tutup, padahal mau beli meronpan (sebelumnya harus ambil uang dulu tapi). Mau beli sabun juga tokonya udah tutup, Ozeki juga udah tutup, da udah malem banget. Tapi kereta ekspress tadi (dan mungkin seterusnya begitu) penuh desak orang. Kalo bahasa jepangnya, hitogomi, kalo diplesetin bisa jadi sampah orang, atau orang yang menumpuk.

Salju akhir pekan kemarin masih numpuk di sana-sini, nunggu matahari cukup kuat buat mencairkannya. Kapan yah? Entahlah. Dulu pengen banget salju turun, eh begitu tau ternyata begitu, jadi rada sebel juga sama salju. Gara-gara salju, ndak jadi jalan-jalan gratis ke Hakone. Huh.

Sempet liat di billboard bahwa temperatur saat itu 9 derajat (tapi ga sempet ngecek di aplikasi hp), untung pake jaket tebel 2 lapis ga terlalu berasa, malah sedikit panas, jadi besok kayaknya mau make yang lebih tipis, toh besok pulang lebih cepet, mungkin jadi bisa mampir ke Hakuo juga. Sekarang juga udah terbiasa tangannya ga gampang dingin ga kayak dulu, mungkin 14 derajat juga perlu disarungin. Hehe. Alhamdulillah.

Yappari ne, semua terus berjalan apa adanya, tanpa rekayasa kayak sinetron naga. Yang terjadi kemarin yasudah berlalu, mungkin hanya segelintir orang yang mau peduli dan memikirkannya. Mirip jalan cerita anime Anohana yang ndak jadi ditonton di kereta, harus nonton di kamar, biar dapet atmosfernya, biar bisa berkaca-kaca. Hehe. Tonton deh Anohana, ga kalah keren sama drama Korea menye-menye ituh #piss. Atau ada juga 5 Centimeters per second, yang sampe sekarang soundtracknya selalu terngiang, apalagi jalan ceritanya, bikin sebel tapi.... Ah sudahlah, toh cuma film, animasi pulak. Hehe.

Jadi, besok harus bawa sepeda, jadi pulangnya bisa mampir beli tuna kaleng, jamur, sayur, window shopping di Recycle, hm mantap. Tapi sebelumnya, berendem air hangat kayaknya mantap jugak. Atau main Dota? Wah....

Sabtu, 01 Februari 2014

Journey Beyond the Lands #3: そろそろ一年間。。 It's been a year!

Gak terasa kira-kira 3 bulan lagi bakal genap setahun di sini (well ga genap juga karena kemarin sempet pulang, but who cares hahaha). Udah baaaanyak banget hal yang didapat di sini. Pengalaman, teman, kisah, humor, kesel, kesulitan, wah banyak dah. Tentunya itu semua berkat karunia Allah Swt. yang ga henti-hentinya saya syukuri dalam setiap kesempatan tarikan nafas dan doa di penghujung solat. Dream(s) come true is the best feeling ever exist in the world in my opinion xD

Lalu, kemarin pas tes tertulis bahasa Jepang, ada bagian untuk nulis 作文 (Sakubun) atau karangan tentang apa yang udah dipelajari selama (hampir) setahun ini di Jepang dan apa yang ingin lebih lanjut dipelajari lagi ke depannya. Dimintanya sih cuma 3 poin tentang apa yang udah dipelajari tapi memang kalo ndak dibatasin pasti bakal lebih dari 3 poin xD So I'll share what I learned (not studied) from living abroad these 1 year :)

Kamis, 02 Januari 2014

Keluarga #2: Agribisnis 48 IPB (Caution, Very Very Long Post)

Sebenernya dari sebelum berangkat merantau pengen posting ini, tapi karena males sibuk, jadinya baru terealisasi sekarang xD

Agribisnis angkatan 48 IPB, jadi salah satu dari sekian banyak keluarga di IPB. Karena ada gani kurikulum, jadinya kita bisa ketemu lebih cepat 1 semester dibanding yang angkatan 47 #yeah Lalu, karena ada 'kecelakaan', alhamdulillah dipercaya jadi komti AGB sementara di semester 2. Sebuah tantangan karena menurut aku (masih bingung dengan kata ganti orang pertama, lagi mencari yang ternyaman #ribet), saat itu udah nyaman dengan lingkup R7, yang paling selebar-lebarnya ke R8. Tapi waktu itu jadi melebar dari R1 sampe R8, berarti harus lebih melebarkan telinga dan meluaskan pandangan lagi euy. Yah namanya idup mesti ada tantangan, jadi yah alhamdulillah diambil dan (semoga) bisa diconsider sebagai ketidakgagalan mehehe.

Masuk ke departemen, diadainlah pemilihan komti yang resmi. Kalo di AGB namanya CEO, alias....... Chief Executive Officer, kalo ga salah #bletakk Dari kalo ga salah 7 calon, susut sampek 2 orang, yaitu aku dan seorang mm sahabat (sambil agak geuleuh gitu ngomongnya) dari masa-masa di lorong dulu. Ada perang batin memang, antara terus maju atau kasih ke dia, tapi somehow, there was a voice telling me to just go forward, dan jrengjreng, terpilihlah jadi CEO AGB 48 #prokprokprok (suara orang lempar telor).



Kemudian hari-hari diisi dengan indahnya kenangan kami bermain monopoli, main tajoz, lompat tali, egrang, petak umpet #lohsalahscene. Yah pokoknya banyak hal, dari pusing nentuin sistem jarkom (yang akhirnya dengan egois aku pegang sendiri karena hapenya bagus karena males mikir sistem yang bagus) lalu ngurusin form perwalian, ngurusin Sporta (olimpiade se-FEM), makrab, kaos AGB, fieldtrip, dan lain-lain. Ada masa-masa nyebelin, kesel, sedih, capek, tapi lebih sering seneng liat mereka, seneng kemu mereka, berinteraksi, ketawa, becanda, nyemangatin tim Sporta, ngegodain cewek2nya, ngasih jarkoman palsu berusaha ngga jadi 'deny yang introvert', segala macem xD