Senin, 29 Juli 2013

Keluarga #1

Keluarga. Tempat kembali sementara semua jiwa yang masih hidup. Tempat di mana semua berawal dari nol. Tempat kenyamanan dan kehangatan dapat ditemukan....

Jadi ceritanya, mau nyeritain tentang semua keluarga yang dipunya sampai saat ini. Merasa bahagia dan beruntung karena berkat merekalah, jadilah gua yang sekarang ini. Siapa aja 'mereka' itu? Cekidot.......

Keluarga Kecil



Hayo tebak dari kiri ke kanan siapa aja itu :3

Minggu, 07 Juli 2013

Journey Beyond the Lands #2: Simfoni Angklung Nomor 27

     Pada suatu masa, hiduplah seorang pemecah batu gunung. Mencari penghidupan dari memecah batu di gunung dekat rumahnya, setiap hari, dari pagi sampai petang. Suatu hari ketika dia sedang bekerja, lewatlah iring-iringan rombongan kerajaan. Di dalam hatinya dia sangat iri karena sang raja memiliki hidup yang begitu enak dan santai. Akhirnya dia berdoa supaya dia bisa menjadi raja. Lalu, seketika itu pula Tuhan mengabulkan doanya dan jadilah dia sang raja.
     Ketika dia menjadi raja, benar bahwa hidupnya serba enak. Ditandu kemana-mana, dilayani segalanya, tiada kurang apapun. Namun ketika dia sedang dalam perjalanan ke suatu daerah, matahari sedang bersinar terik saat itu. Sang raja murka dan mengumpat matahari, lalu dia berdoa supaya dia bisa menjadi matahari. Tuhan kembali mengabulkan doa sang raja, dan jadilah dia matahari yang menyinari bumi.
     Ketika dia menjadi matahari, dia sinari semua yang ada di bumi dengan amat kuat.  Hampir tidak ada tempat yang tidak terkena sinarnya. Namun suatu ketika, ada segumpal awan yang menghalangi sinarnya. Sang matahari pun marah dan murka. Akhirnya dia berdoa kepada Tuhan agar dia dijadikan segumpal awan. Lagi-lagi Tuhan mengabulkan doanya dan jadilah dia menjadi awan.
     Ketika dia menjadi awan, dia bisa melanglangbuana dan menutupi sinar matahari semaunya, memberikan keteduhan bagi segala yang di bawahnya. Namun suatu ketika, dia dibuyarkan oleh angin yang keras. Kembali dia murka, dan kembali berdoa kepada Tuhan agar dia dijadikan angin. Lagi dan lagi, Tuhan mengabulkan permohonannya.
     Ketika dia menjadi angin, dia tiupkan kuasanya kemana-mana. Pohon, awan, rumah, segalanya yang dia inginkan, dia tiup sesuka hatinya. Namun ada satu hal yang tidak bisa dia tiup, yaitu sebuah gunung batu yang kokoh. Sekuat apapun dia meniup, gunung batu itu tetap di posisinya, tak bergeming. Akhirnya dia kembali marah dan meminta Tuhan untuk menjadikannya sebagai gunung batu itu. Lagi, Tuhan mengabulkan permohonannya.
     Ketika dia menjadi gunung batu, dia merasa amat perkasa. Tidak ada yang bisa menumbangkannya. Bahkan ketika sekelilingnya tersengat sinar matahari yang terik, atau porak poranda diterjang angin, dia tetap berdiri kokoh tak tertandingi.  Tapi suatu ketika, dia tiba-tiba merasa sakit yang amat sangat. Ketika ia mencari tahu apa penyebabnya, ternyata ada seorang pemecah batu yang sedang bekerja; memukul gunung batu dan mengikis perlahan-lahan bagian tubuh si gunung batu. Akhirnya, si gunung batu pun kembali memohon kepada Tuhan untuk mengembalikan dia menjadi pemecah batu kembali.

(Kisah Seorang Pemecah Batu yang Tidak Puas; pernah baca tapi lupa sumber, dengan berbagai improvisasi)

--000--