Minggu, 26 Mei 2013

What Didn't Kill You, Will Makes You Stronger

Jadi kemarin lusa, 24 Mei 2013, diajak sama senpai dari Nodai buat dateng ke acara PPI Jepang di Todai. Acaranya nonton film "The Act of Killing". Inih foto posternya.




File:The Act of Killing (2012 film).jpg
 Awalnya sama sekali gatau ini film apa, cuma begitu diwanti-wanti bahwa ini adalah film tentang pemberantasan PKI, dan mesti ditonton dengan pikiran terbuka, well my curious sense was tingled. Jadi yaudah tanggal 25 kemarin cabut ke Todai.

Berangkat ke Todai sama kak Kiki (senpai yang baru Maret kemarin wisuda S1 dan sekarang lagi jadi research student di Nodai), dan selama di perjalanan berangkat buaanyak banget diceritain kisah-kisah perjuangan 'membangun' kembali PPI Jepang setelah sempat mati suri. Mulai dari nyari sponsorship perusahaan-perusahaan Jepang, ngedatengin orang-orang Indonesia yang ada di seluruh penjuru Jepang, sampe dimarahin pak Dubes gara-gara ini dan itu. Seru! Jadi inget masa-masa riweuh dulu :P




Sabtu, 18 Mei 2013

Ibu Gala Serigala Jago Matematika



Serigala termasuk keluarga anjing liar, mereka dikenal sebagai pemburu alami yang memburu mangsa secara berkelompok.  Serigala sangat terkenal dengan lolongannya yang sering terdengar pada malam hari dan membuat takut manusia.


Ibu Gala Serigala adalah seekor serigala yang bijaksana.  Ia merupakan tempat bertanya dari seluruh klan serigala yang tinggal dan menetap di hutan Bukit Purnama.  Berbagai permasalahan rumit dan pelik yang dialami oleh banyak keluarga serigala berhasil dipecahkannya dengan sangat gemilang.  Terkadang, ada juga beberapa ekor serigala yang sengaja datang untuk menguji kemampuan Bu Gala.  Mereka datang tidak membawa persoalan yang sebenarnya, melainkan membawa pertanyaan-pertanyaan untuk sekadar mengetes dan mengetahui seberapa cerdas Ibu Gala ini.
Alkisah pada suatu hari, datanglah dua ekor serigala kecil bernama Ozi dan Zio.  Mereka ingin membuktikan kisah yang didengar tentang kecerdasan Bu Gala.  Bagi mereka, Bu Gala adalah legenda.
“Bu Gala, kemarin kami mengumpulkan telur ayam, Alhamdulillah kami dapat banyak sekali.  Zio mendapat telur 12 butir lebih banyakdariku sehingga perbandingan di antara telur yang berhasil kami kumpulkan adalah 6:10,” demikian uraian Ozi.
Lalu, Zio pun bertanaya, “Jadi, berapa butirkah total telur yang kami dapatkan, Bu?”
Ibu Gala tersenyum bijak, “Selisih awal empat, dari perbandungan 6:10 kemudian kalian katakan selisih telur yang kedua 12 butir, jadi dikali tiga juga.  Jadi, Zio mendapatkan 10x3 dan Ozi mendapatkan telur sebanyak 6x3 sehingga total telur yang berhasil kalian kumpulkan adalah 48 butir, bukan?”
Ozi dan Zio bengong, mereka tak habis piker, Paman Obby Knobby sang Profesor burung hantu saja sampai saat ini masih sibuk membuat persamaan-persamaan non-linier.  Katanya, paling cepat nanti sore barulah ia akan mendapatkan hasilnya. Sementara Bu Gala menjawab dengan tepat justru hanya sambil lewat.
Apakah rahasianya?  Cermati data dan perhatikan setiap proporsi atau aturan keseimbangan.  Jika kita cermat dalam melihat dan merasa, semua masalah akan menajdi sederhana.  Kalau semua masalah bisa menjadi mudah, kenapa harus dibuat susah? 

Hikmah:  KEMAMPUAN memandang dan menempatkan masalah secara proporsional akan memandu kita untuk dapat meletakkan faktor dan variabel pengurai di tempat yang tepat.  Walhasil, solusinya pun cepat, tepat, dan akurat. 

Minggu, 12 Mei 2013

Titip Absen

Akhirnya internet telah datang di laptop tercintah (yang umurnya sebentar lagi)!! Maka blog ini pun akan segera dicurahkan cinta (?) Sebagai pemanasan, sebelum laptopnya diinstal ulang karena mulai ngadat, mau ngeluarin tulisan yang udah jadul banget, ditulis waktu masih TPB dan masih bergejolak darah mudanya (?) Check this out~