Senin, 30 Juli 2012

Semarang!!

  Ima, tabidachi no hi, kimi ga tsuyoku!

     Baru kali ini melakukan perjalanan jauh, pake dana swadaya, ke luar provinsi, dan rasanya tuuh muantep!! Banyak dapet hal baru, new point of view, temen-temen baru, paradigma baru, semangat baru, pengalaman baru, pengetahuan baru, serba baru lah kayak Lebaran #eh.  Dalam rangka apa ya ke Semarang mas? Dalam rangka mewakili UKM Forces IPB di Rakernas Ikatan Lembaga Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Indonesia (ILP2MI) bertempat di IKIP PGRI Semarang. Gue berangkat bareng kakak kelas juga namanya kak Tatang, ganteng banget si kakak yang ini suer dah, ntar diupload deh fotonya. Sedih juga sebenernya mesti ninggalin temen-temen divisi acara MPKMB, tapii ini amanah dari pak Direktur Forces jadi berangkatlah ke Semarang.
     Berangkatnya itu hari Kamis sore, 26 Juli 2012 pake bus Nusantara harga tiketnya 130.000 perak. Masih ada nih tiketnya.
Kok gabisa dirotate ya -,-
Perjalanan di Bis    

Begitu deh, akhirnya naik bis ke Semarang. Aslinya sih seneng banget pengen jingkrak-jingkrak karena mau melakukan perjalanan jauh buat yang pertama kali, tapi karena gue keren akhirnya gue tahan keinginan itu dalam lubuk hati terdalam *lanjut*
     Dapet kursi kedua dari supir, lumayan strategis. Di samping kiri ada sepasang suami istri yang baru punya dede bayi, lucu loh dede bayinya kayak gue *plak* Soswit banget, suaminya ngegendong bayinya sepanjang perjalanan, sedangkan si ibunya muntah-muntah di perjalanan dan menebar hawa muntahannya di bis yang ber-AC *dimana soswitnya* Yang pasti adem aja ngeliat mereka, sang suami ngejagain dua orang yang paling dicintainya dalam hidupnya, naluri kejantanan gue kambuh dan bertekad akan jadi suami dan ibu bapak yang baik *tet teret tereet*
     Gitu deh, untungnya dibawain sama mama tercinta (:*) makanan buat buka sama makan malem, jadi lumayan hemat uanglah. Cuma masalahnya satu, kan kalo naro barang di bagasi di atas tempat duduk kita, dan disitu sekaligus buat jalur transportasi AC bis, alhasil makan malem yang ditaro di dalam bagasi itu jadi dingin, dan kak Tatang jadi masuk angin dan suhu tubuhnya meningkat di keesokan hari *yeah*
     Karena lagi bulan puasa Ramadhan maka ostomastis harus sahur, dan kita berenti di rumah makan yang namanya R.M. Batas Kota.  Tanpa ada kecurigaan sebelumnya, karena berdasar pengetahuan gue makanan di Jawa Tengah Yogyakarta dan sekitarnya murah meriah, yawda akhirnya pesen nasi, sayur, tahu, dan telor asin. Pas dibawa ke kasir, jeng jeng jeeeng harganya 15.000 perak, padahal dengan porsi yang lebih besar di Bara bisa dapet cuma 5.000 T_T naik 3x lipet booy *tiba-tiba jadi kangen Bara
     Yasudah gue harus move on dari keterpurukan, akhirnya sukses ngabisin makan sahur dengan tergesa-gesa, karena mas-mas R.M. ngumumin via pengeras suara bahwa penumpang bis Nusantara harus segera naik bis karena bis bakal berangkat. Wat de!? Baru juga duduk mas! Beres makan lanjut deh ke bis dan bertekad sama kak Tatang ga bakal tidur takut Simpang Lima kelewatan.

Injak Bumi Semarang


     Setelah mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera, bersama teman bertualang #ninjahattorikali akhirnya sampek juga di Semarang! Kira-kira jam 03.30 sampe di Simpang Lima, jantungnya kota Semarang. Setelahnya nelpon panitia minta dijemput, dan setelah nunggu 15 menitan dijemput deh *yeeea. Akhirnya setelah naik motor selama 5 menit, sapek di Wisma Pemda Papandayan. Tempatnya enak, ada free wi-fi yang mengakibatkan semua gadget yang gue bawa terpakai dengan maksimal huehehe *bisa update Android juga, jadi versi 4.1.1 xD.  Akhirnyaa istirahat, dan seinget gue, gue tertidur di kursi abis ngenet dengan gaya ga elegan banget, kepala tergantung ke belakang sambil mulut nganga, mungkin dihiasi beberapa tetes air ludah *hiiiy

(bersambung...)

Minggu, 29 Juli 2012

The Biggest Agriculture Event Ever!

Tentang PIMPI 2012

Sektor pertanian merupakan sektor yang strategis dan berperan penting dalam perekonomian nasional dan kelangsungan hidup masyarakat, terutama dalam sumbangannya terhadap PDB, penyedia lapangan kerja dan penyediaan pangan dalam negeri. Kesadaran terhadap peran tersebut menyebabkan sebagian besar masyarakat masih tetap memelihara kegiatan pertanian mereka meskipun negara telah menjadi negara industri. Sehubungan dengan itu, pengendalian lahan pertanian merupakan salah satu kebijakan nasional yang strategis untuk tetap memelihara industri pertanian primer dalam kapasitas penyediaan pangan, dalam kaitannya untuk mencegah kerugian sosial ekonomi dalam jangka panjang mengingat sifat multi fungsi lahan pertanian. 
Dalam sejarah peradaban kemajuan suatu bangsa, pada awalnya selalu dimulai dari keberhasilan masyarakatnya memanfaatkan kelimpahan sumberdaya alam dan hasil-hasil pertanian. Dari keberhasilan tersebut, secara rasional akan muncul berbagai industri terkait, yang secara nyata mampu memanfaatkan teknologi yang tersedia untuk membangun sistem produksi yang lebih efektif dan efisien, dan mampu menciptakan beragam produk yang diinginkan oleh konsumen. Transformasi komoditas pertanian dari lahan menjadi ragam produk konsumsi, hampir selalu melibatkan para agrotechnopreneur, yang memanfaatkan kemampuan dan kapasitas teknologi dalam wirausaha di bidang agribisnis dan agroindustri. 
Melihat kenyataan tersebut, maka FORCES IPB sebagai UKM keilmiahan membulatkan tekadnya untuk turut serta dalam mengembangkan agroteknopreneurship di Indonesia guna mencapai Indonesia mandiri dan memunculkan rasa bangga terhadap pertanian negeri. Penyelenggaraan Pekan Inovasi Mahasiswa Pertanian Indonesia (PIMPI) dengan tema “Agrotechnopreneur untuk Negeri” merupakan salah satu bukti tekad tersebut. PIMPI merupakan rangkaian acara yang terdiri dari Kompetisi Kewirausahaan Mahasiswa Pertanian (Agropreneur), Kompetisi Teknologi Pertanian Tepat Guna, Gelar Karya Pertanian, dan Seminar Pertanian Indonesia. Acara ini dilaksanakan untuk mewujudkan Indonesia mandiri dan menimbulkan rasa bangga terhadap pertanian bangsa.
Tujuan Kegiatan
1. Memperluas kerjasama dan jaringan keilmuan mahasiswa di Indonesia.
2. Meningkatkan inovasi pemuda di bidang pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan dan kelautan sebagai bentuk kontribusi untuk meningkatkan kemandirian bangsa.
3. Menambah semangat untuk berprestasi, berkarya dan memberikan inspirasi kepada peserta dan pihak-pihak terkait
4. Meningkatnya kepedulian mahasiswa dengan kreativitas dalam berkarya untuk kemajuan pertanian bangsa


Tema Kegiatan
“AGROTECHNOPRENEUR UNTUK NEGERI”
Bentuk Kegiatan
Kegiatan ini berbentuk rangkaian acara selama 3 hari yang terkonsentrasi menjadi tiga bagian penting ;
1. Bagian pertama dikemas dalam bentuk kompetisi dimana para finalis mempresentasikan pemikiran dan inovasinya didepan dewan juri yang berkompeten. Kompetisi tersebut terdiri, Kompetisi Kewirausahaan Mahasiswa Pertanian (Agropreneur) dan Kompetisi Teknologi Pertanian Tepat Guna
2. Bagian kedua berbentuk pagelaran selama satu hari dimana para finalis dari setiap kategori kompetisi memamerkan hasil karya dan inovasinya pada Gelar Karya Pertanian.
3. Bagian terakhir berbentuk kegiatan penuh kebersamaan dan wawasan yang dikemas dalam acara Seminar Pertanian Indonesia.
Rangkaian acara ini dilaksanakan untuk mewujudkan Indonesia mandiri yang berlandaskan agrotechnopreneur serta memunculkan rasa bangga terhadap pertanian negeri.

More Information : pimpi.event.ipb.ac.id
Pendaftaran

Jumat, 27 Juli 2012

Titik Dua Tanda Petik Kurung Buka

Semoga kau temukan apa yang kau cari Yang tak kau dapatkan, dari aku

Pelangi, Bulan, Bintang, Matahari. Semua hal yang bisa kita lihat dengan menengadah ke atas, jauh tak tergapai namun dekat terlihat, seakan mampu digapai. Saling berganti menghias langit, namun tak pernah hadir bersama. Hmm. Bintang tak bisa muncul tiap saat, kadang ia tertutup awan di malam hari, dan kalah kuat cahayanya di siang hari. Pelangi pun demikian, takkan mungkin muncul kecuali hadir hujan.  

Helai udara, di sekitarku, senandung lirih, namamu..

Apa ya? Bener-bener random belakangan hari ini. Bener-bener campur aduk semua pikiran; MPKMB, karya tulis, ngurus UKM, jadwal pulang, 5 kepanitiaan lain, impian ke Jepang, dan 'masa depan'. Semuanya terbagi dengan ga rapi, ga apik, berantakan, ribet, kacau. Tapi entah bagaimana caranya, masalah 'masa depan' selalu dapet urutan pertama. Pembelaan ya? Ga pantes juga buat membela diri, udah jelas-jelas salah. Tapi boleh ga sih kalo bilang bahwa akan bener-bener berusaha buat perbaiki diri? Ga boleh ya? Ya udah deh. Bukannya nyerah, bukannya capek, ga akan itu, ga akan pernah lelah ga akan pernah cape buat ngebuktiin. Tapi lebih ke faktor, apa ya, sadar diri mungkin bahwa lebih banyak mudharat daripada kebaikan yang diberikan, lebih banyak duri yang ditebar daripada semerbak yang disebar #apapulaini.  

Tiap sudut kota, yamg kudatangi, senandung lirih, namamu...

Sebenernya gamau ngelepas, karena bener-bener ga kebayang gimana masa depan tanpa 'masa depan'. Sebenernya bener-bener bersedia buat ngebuktiin, seberat apapun permintaannya pasti bakal dipenuhi. Ngaku salah, dan ga akan bela diri kalo ga bersalah, silahkaj caci, maki, apapun itu. Atau mau jalan-jalan dulu, survey, dan sadari bahwa ga ada yang lebih baik juga boleh, tapi boleh ga sih berasa kalo pada akhirnya bakal klop lagi? Entahlah mungkin terlalu muluk terlalu jauh terlalu tinggi, ngarep! Sebenernya alasan ga suka lagu-lagu yang dibawain band Indonesia dan lebih suka lagu Jepang, bukan karena benci sama gaya alay band Indonesia, tapi kalo nyanyi lagu Jepang, ga bakal ada yang tau arti lagunya, maknanya, cuma sendiri aja yamg tau, asik kan :D Padahal lagu-lagu yang diputer di J-Pop pun lagu-lagu galau wkwkwk.  

Isso no koto wasurenai, konna ni mo setsunai nara, namida afure hitomi tojireba Imademo kimi no egao, imademo kimi no kaori, konna ni mo daisuki datta nante

Lepas? Yasudah kalau begitu, sekali lagi bukan pasrah, bukan nyerah, ta I diri ini, tubuh ini, badan ini, jiwa ini, akan tetap nunggu di tempat yang sama, di hembusan udara yang sama, di jalan yang sama, di waktu yang sama, di hati yang sama, berusaha untuk tak berubah, tak dinamis, akan mencoba untuk statis, menunggu ketidakpastian, tak apa :D

Selasa, 24 Juli 2012

Random Story #3

Hahahahaha ini tulisan tergajelas yang pernah dibuat, masih fresh banget suasana waktu nulis tulisan ini. Tulisan ini sengaja ga diterusin, karena ide yang ada di dalamnya udah ilang, jadi kalo gue edit lagi ga orisinil wkwk
Enjoy :D


Penantian, Pengorbanan, Penerimaan
Oke kita mulai edisi galau perdana di blog gua, dimana tulisan ini dengan sukses dilahirkan saat orang-orang asyik masyuk bermalam minggu di tempat yang terang benderang, tapi gua ada di tempat yang tidak terbayangkan untuk menghabiskan malam minggu, but it’s okay, gua bener-bener ikhlas dan seneng banget bisa malming di sini #gapenting.
Banyaaaak banget orang-orang yang bilang akan menanti cinta sejatinya yang saat ini lagi jadian sama orang lain atau mungkin single (kayak film Kutunggu Jandamu atau ga lagunya Rosaa yang Menunggu #eaaaa), dan gua harap sih mereka (mungkin termasuk gua #eaaaa) harus ngerti juga esensi dari penantian itu. In my humble opinion, atau yang biasa disebut IMHO (bukan MAHO, MAHO itu anda yang lagi baca #peace baang sis no offense ^^V) penantian itu ya ga sekedar menanti doing ‘tok’ tanpa melakukan apa-apa. Yaa kira-kira kayak kata orang banyak yang dengan entengnya bilang “let it flow” dan percaya bahwa dengan kekuatan waktu dan dibiarkan begitu aja, semua bisa berubah. Oke kalo situ percaya dengan kekuatan waktu yang bisa mengubah batuan beku dan sedimen jadi batuan metamorf itu sah-sah aja, tapi kalo manusia? Ga akan berlaku! Quote yang menentang pendapat ini dikeluarkan oleh Dr. Gregory House, tokoh inti dari serial TV bertema kedokteran paling keren di muka bumi, House, M.D., dan dia bilang bahwa adalah sebuah kesalahan menganggap waktu bisa mengubah segalanya, padahal jika kita meninggalkan sesuatu pada tempatnya dan tidak melakukan apapun, maka sesuatu itu takkan berubah sama sekali, hukum waktu yang mampu mengubah batuan beku dan sedimen menjadi batuan metamorf tidak berlaku bro!
What I’m trying to say here is, kalau ente bilangnya mau nungguin sesuatu, dan lu ga ngelakuin usaha yang membantu langkah lu bisa achieve apa yang lu tunggu, then it’s a bullshit. Seenggaknya apa kek yang lu lakuin, ga nol juga usahanya bro! Bisa kali upgrade diri sendiri supaya jadi lebih baik, jangan kerjaan Cuma main games mulu, kuliah TA atawa tidur, tiap hari begadang mantengin cherrybelle atau snsd atau girlband lainnya sambil olahraga tangan (panko maksudnya), ga akan produktif bro! harusnya tuh ya upgrade diri, ikut karya tulis, kalo ga bisa nulis, ya ikut organisasi yang bisa nambahin skill menulis lu (makanya ikut Forces donk xixixi), cari kerja kek, belajar bisnis jual marmut kek, belajar bikin siomay kek, banyak hal daripada ga ngapa-ngapain dan hanya nunggu.
Terus kalo udah nunggu lamaaa banget tapi ga dapet juga? Ya itu nasib lo! (becandabecanda, takut gua yang kena #eaaaa) Yaa berarti lu harus ikhlas, secara lu udah berusaha banyaak banget sampe titik kantuk penghabisan, titik uang akhir bulan, dan itu adalah hal yang menurut gua patut dibanggakan, dibanding mereka yang diem aja, omdo! Itulah sebabnya akhir dari judul tulisan ini adalah penerimaan, yaa beda tipis lah sama pengikhlasan. Kalo setelah usaha lu, lu tetep nemuin jalan buntu, maka gada salahnya lu nerima kenyataan itu, ikhlas, ga semua yang lu pengenin itu bisa lu dapetin, mungkin akan diganti lagi yang lebih baik di masa depan. Tapi tetap bro, ka.....

 Hahaha begitulah, aneh ya? Ketauan banget pola pikir gue yang masih random, masih acak-acakan dan belum terarah. Hmm still must going extra miles to get the best me. Ganbatte!

Senin, 23 Juli 2012

Random Story #2

"If you love someone, then you must release the one you love."
-Anonymous-



     Eaaaa sesi galau #eh. Awalnya ga ngerti dan ga paham dengan pernyataan itu, tapi sepertinya sekarang mulai paham artinya. Ternyata bener selentinga yang mengatakan bahwa di tiap-tiap tahap kehidupan, kita bakal mengerti sesuatu yang ga kita mengerti sebelumnya. Contoh sederhananya, waktu kita duduk di bangku SD, rasanya pelajaran yang kita hadapi itu paling susah, padahal baru SD.  Eh eh waktu udah SMP dan SMA, kita ngeliat bahwa pelajaran di SD itu gampang banget! Begitu pun tentang makna kehidupan. Kadang kita penasaran dan ga ngerti kenapa suatu hal terjadi pada kita, dan kita terus bertanya sampai kita ga dapet titik ujungnya, dan ketika kita udah lupa sama pertanyaan kita, di satu fase kehidupan kita inget lagi sama pertanyaan kita di masa lalu, dan akhirnya paham dan bisa dapet finish line dari pertanyaan kita di masa lalu.
  
"Mungkin bukan diriku mimpimu, mungkin diriku hanya duri di memorimu, mungkin, mungkin..."

     Kita hidup di dunia yang penuh asumsi -- semua orang berasumsi -- bisa ditranslasi ke dalam berbagai istilah; ekspektasi, harapan, cita-cita, mimpi, dan kawan-kawannya.   Kadang asumsi itulah yang menjadi bahan bakar bagi seseorang untuk berkarya, untuk melakukan sesuatu.  Namun di sisi lain, karena orang itu berasumsi namun ga kesampean, kekecewaan yang didapat. Hm.

"Gantungkan cita-citamu setinggi langit."
-Soekarno-

     Yah, cita-cita yang tinggi adalah keharusan, agar bara di dalam dada tidak habis, agar kepala tegak menengadah menatap mimpi dan cita di angkasa. Semua orang punya cita, semua orang punya mimpi, smua orang berasumsi.
     Cukup random, random banget malah. Gapapa, sebagai pemanasan dan komitmen kepada diri sendiri buat aktif nulis, mengasah bahasa tulisan dan berbagi jalan pikir :D